On May 25, 2018, the European Union's General Data Protection Regulation (GDPR) will go into effect across all European Union markets. We believe this presents a new opportunity for marketers to strengthen their brand loyalty by focusing on consumer privacy while delivering amazing experiences. Think of it as experiential privacy — having privacy be a key part of the customer experience, through relevant privacy notices presented in context and choices that are on brand.

GDPR
Cetak

Apa itu GDPR?

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Belakangan ini kita mungkin sering mendengar tentang GDPR, sebenarnya apa sih GDPR itu ?

GDPR adalah singkatan dari General Data Protection Regulation, sebuah peraturan tentang Data Privacy (perlindungan data) yang diterapkan bagi seluruh perusahaan di dunia yang menyimpan, mengolah atau memproses personal data penduduk dari 28 negara yang tergabung dalam EU (Uni Eropa).

peraturan ini telah disetujui oleh otoritas Eropa sejak April 2016 dan akan berlaku secara efektif di seluruh dunia pada tanggal 25 May 2018.

Fungsi utama dari GDPR adalah memberikan kontrol kepada konsumen atas data pribadi mereka yang dikumpulkan oleh perusahaan.

Diantaranya:

GDPR berlaku untuk semua perusahaan, namun pukulan terkerasnya akan mendarat di mereka yang memegang dan memproses data konsumen yang besar: Perusahaan Teknologi, Marketer, dan broker data yang menghubungkan mereka.

Lalu bagaimana dengan peraturan perundangan di Indonesia ? Pemerintah Indonesia memastikan penerapan sanksi atas penyalahgunaan data pribadi oleh pihak ketiga tanpa hak dan menjamin terlindunginya data pribadi di dunia virtual. Penerapan sanksi adalah pematuhan legislasi dan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 serta Peraturan Menteri Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PM 20/2016).

Kementerian Kominfo juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan/penyidikan dugaan tindak pidana dalam kasus penyalahgunaan data pribadi oleh pihak ketiga.

Peraturan Menteri Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PM 20/2016) yang berlaku sejak Desember 2016 tersebut, perlindungan data pribadi mencakup perlindungan terhadap perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penampilan, pengumuman, pengiriman, penyebarluasan, dan pemusnahan data pribadi.

Setiap penyelenggaran sistem elektronik wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemilik Data Pribadi jika terjadi kegagalan perlindungan rahasia data pribadi. Adapun informasi yang harus disampaikan antara lain:

Bagaimana dengan Sanksi dari kedua peraturan tersebut ?

GDPR

Regulasi Pemerintah Indonesia

Selain sanksi administratif, sesuai dengan UU ITE 2008 jo. UU ITE 2016 jika terbukti ada pelanggaran penyalahgunaan data pribadi oleh pihak ketiga dan memenuhi unsur pidana penyalagunaan informasi data pribadi dan menyebabkan kerugian, maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

 

Source : itgid.or